Hadirmu Membawa Perubahan

Kata tak akan mampu mewakili segala rasa bahagia dan gembira ku telah mengenal mereka, mengenal orang yang selalu berfikir positif dan mendahulukan orang lain, seumur hidup berani kukatakan bahwa masa kuliah adalah masa yang paling indah ketika kita mau menatanya menjadi sebuah pengalaman yang menarik. Pengalaman yang menarik bukanlah ketika kita berhasil berhura-hura dengan senantiasa melakukan aktifitas yang memuaskan hati, bukan pula berhasil mendapatkan atau memperoleh gelar dengan IPK yang tinggi, tetapi lebih dari itu yaitu memperoleh saudara yang selalu saling menyayangi dan aku memperolehnya dari komunitas yang membuat orang lain dapat berubah. Inilah sebaik-baiknya komunitas. Komunitas yang selalu melakukan sesuatu karena dasar ketakwaan karena ALLAH SWT, didalam komunitas tersebut yang ada hanya kasih sayang, tidak ada kedengkian. Yang ada hanyalah sebuah kata yaitu taawun( tolong menolong). Betapa ku bahagia bahkan kebahagian yang tak dapat didefenisikan dan tak mungkin termodifikasi.
Tetapi kini semua itu hampir berakhir, seiring dengan masa yang semakin berjalan serta usia yang semaikin bertambah masa kuliah itu tinggal menanti detik-detik dentang waktu. Ikhwa kurindu dengan canda tawamu yang menyejukkan semua yang memandang. Gersangnya pemikiran hati mampu terhapuskan oleh senyuman seorang saudara yang menyejukkan. Walaupun komunitas kita adalah komunitas minoritas tetapi ternyata yang kau lakukan bukanlah sebuah pekerjaan yang bernilai minoritas. Pekerjaan yang kau lakukan adalah pekerjaan besar yang seharusnya tidak kau pikul sendiri. Pekerjaan yang seandainya semua orang tau mereka akan berlomba-lomba untuk melakukannya dan akan berlomba-lomba menjadi bagian komunitas persaudaraan ini. Rambutmu acak-acakan karena engkau tidak pernah memikirkan dirimu, wajahmu ikhwa yang ganteng dan cantik-cantik tak nampak lagi, karena demi memperjuangkan da’wah kau rela menapaki sinar mentari, kemanjaan yang kau lakukan pada orang tua rela kau tinggalkan demi suatu tujuan yang tulus. Membawa saudara-saudaramu pada satu tujuan yaitu menapaki jalan yang tak akan ada habisnya yaitu jalan menuju keridhoan sang ilahi.
Ikhwa betapa mulia hatimu, tak pernah berpikir hanya untuk dirimu sendiri Ikhwa yang engkau jalani adalah sebuah kebaikan, yang nilaianya akan diperhitungkan oleh-Nya. Sebesar atompun kebaikan yang kau tebarkan maka tetap akan diperhitungkan olehnya. Engkau adalah pahlawan penyelamat mahasiswa dari kebobrokan akhlak, dari segala amarah dan emosi negatif, Engkaulah yang menjadikan hal tersebut menjadi lebih positif, tentu saja dengan kerja keras dan pikiran yang keras, lihatlah rambut bergururan kau abaikan. Karena pemikiranmu tidak hanya seputar kesuksesan pribadi dan kesempurnaan fisik tetapi yang ada di pikiranmu adalah peradaban yang islami, yang selalu dalam berkah ilahi. Engkau adalah pemuda pemudi yang beda dengan yang lain, ketika pemuda pemudi bersenang-senang dimalam hari tetapi engkau bersusah payah merumuskan kebaikan apa yang akan kau tebar dihari esok, Ketika siang hari pemuda-pemudi bertamasya dan berlibur engkau dibawah terik mentari menyebar kebaikan. Hadirmu telah merubah segalanya…..
Kini dapat kau temui seiring dengan berjalannya hari, komunitas kita semamkin bertambah, dan hari ini menjadi bukti kerja-kerjamu kemarin, membentuk kampus islami yang sedikit-demi sedikit telah merubah paradigma dan emosi mereka menjadi sebuah kasih sayang. Kini tembok berlin dikampus kita bukan lagi penghalang dalam bersilaturahim dengan yang lain. Impianmu untuk mendamaikan hati manusia-manusia civitas akademika dimampus orange telah terealisasi, mereka tak lagi saling melempar sumpah serapah, mereka tak lagi melempar kerikil-kerikil kecil yang dapat memecahkan gedung perkuliahan. Yang mereka lakukan adalah menyebar kasih dan sayang antara sesama manusia yang diciptakan oleh sang maha pencipta. Karena mereka kini tau bahwa berkasih sayang adalah sebuah kebahagiaan seperti yang engkau ajarkan kepada mereka.
Tapi, kini masamu telah hampir berakhir dikampus ini, ikhwa pekerjaanmu tidak hanya sampai disini, seirng dengan berjalannya waktu duniamu akan berganti, berganti dari komunitas mahasiswa menjadi komunitas yang real yaitu masyarakat, idealisme yang engkau pegang teguh ketika menjadi mahasiswa akan berbeda dengan keadaan masyarakat yang cenderung heterogen. Kerja keras diluar kampus ini masih menunggumu. Setelah engkau berhasil merekayasa kampus ini diluar sana memerlukan rekayasa yang lebih hebat lagi, oleh sebab itu janganlah tertawa dengan keberhasilanmu, diluar sana masyarakat masih menunggu rekayasa dari mahluk tuhan yang cerdas sepertimu. Engkau adalah manusia emas yang akan dibutuhkan oleh bangsa ini. Walaupun mutiaara yang ada dalam hati, tidak engkau pamerkan kepada siapapun itulah sikap rendah hati yang kau miliki.

Kini kukatakan “rencanakanlah hidupmu, jangan jadikan da’wah sebagai alasan engkau masih bergelut didunia kampus. Ikhwa masyarakat menunggu perjuanagnmu didunia nyata.Da’wah tidak hanya dikampus tetapi lebih dari itu…..

Ikhwah kalian adalah mahluk tuhan yang paling cerdas
Ikhwah kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Tetapi jasamu akan dibalas oleh-Nya dengan jannah_Nya
Insya Allah….

Ditulis:
Dibambangnya hari dinegeri gersang, 15 maret 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s