Menikah: sebuah tantangan bagi kaum pria

Biarkanlah pengalaman yang mengajarkan
Jangan pernah melarang seseorang untuk mencari pengalaman
Tetapi berikanlah pengalaman yang kamu miliki sebagai pertimbangan kepada seseorang dalam mengambil keputusan untuk mencari pengalaman tersebut
Hal ini juga dapat diaplikasikan dalam persoalan Pacaran
Pacaran adalah sebuah hal yang fatamorgana
Para musafir mengetahui bahwa fatamorgana adalah sesuatu yang ilusi
Tetapi terkadang para musafir lain yang belum mengetahui ingin mendekati fatamorgana tersebut, dan mengiranya air yang akan menghilangkan dahaga
Tetapi ternyata justru menghadirkan sebuah penyesalan dalam kesia-siaan.
Ketika ini terjadi, maka tugas musafir untuk membagikan pengalaman tersebut sehingga musafir lain tidak lagi tertipu oleh fatamorgana tersebut dalam hal ini adalah sebuah kata
“Pacaran”

Ilmu biologi mmbenarkan bahwa menunda waktu pernikahan adalah sebuah kesia-siaan, Menurunnya fungsi metabolisme dalam tubuh ketika umur bertambah, menyebabkan stabilitas sperma juga menurun yang menyebabkan inproduktif. Hal ini juga peringatkan dalam alqur’an

”Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan.Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya.Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. 24:32).

Mungkin sebuah ghasawul fikr ataukah sebuah ketakutan tercokol dalam diri pria pada masa kini, yang menjadi jawaban mereka mengapa tidak menikah hanya satu yaitu ketidak mampuannya untuk menafkahi istrinya, padahal reski diatur oleh allah, bukanlah mereka yang memberi reski kepada istrinya tetapi allah lah yang memberi reski. Memang sangat menghawatirkan bahwa sikap kelaki-lakian dari sebagain pria tidak lagi nampak, mereka takut dengan realitas kehidupan yang membutuhkan biaya tinggi, tetapi mereka juga tidak menyadari segala potensi diri yang tersembunyi yang dapat menjadi acuan untuk mencapai tangga-tagga reski allah. Sehingga alasan ketidakmampuan adalah suatu kata menyerah dari lelaki yang tidak jantan. Realitas kehiduapn harus dihadapai tetapi yang menjadi permasalahan adalah bagaimana realitas itu dihadapi coy

”gitu aja kok repot”
an_nadiyahbio@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s